Jumat, 22 Mei 2020

Pentaho Business Intelligent Versi 9



Install Pentaho Business Intelligent Versi 9 
[pentaho-business-analytics-9.0.0.0-423-x64]


Download Dimari : https://www.hitachivantara.com/


Setelah selesai Download....Selanjutnya lakukan proses Instalasi
dengan cara klik 2x pada file  pentaho-business-analytics-9.0.0.0-423-x64.exe

maka akan muncul menu sebagai berikut:
 Tekan Next:

Di menu tersebut biarkan secara default sistem akan menginstal Paket Standard Pentaho, dan di pilihan ini apliaksi Business Intelligent Pentahi berikut library dan Report sudah include di dalamnya.
Selanjutnya tekan Next

Pada menu ini kita wajib memasukkan data validasi thd database postgres ,
yaitu thd username postgres (default) 
Ok baik...misal...kita masukkan password (Harus Huruf semua)
disini saya menggunakan password "admin"
lakukan juga verifikasi kesamaan penulisannya di bawahnya
Tekan next..


Maka Proses Instalasi akan berjalan...baik secara GUI, maupun CLI....
Secara Automatis akan bekerja....jadi.....yaaaa terserah ..mau di tungguin atau ditiggal nonton DRAKOR....


Ahirnya selesai.......sekitar 10menit an lah...


Saat kita klik Next (Finish) maka akan masuk ke menu browser :
http://localhost:8080/pentaho/Login


Nah loginnya jangan lupa yaaa....
Tadi Installan saya....Usernamenya: postgres
passwordnya : admin

Pilihannya...masuk sebagai Administrator atau mau sebagai Business Intelligent


Taraaa...inilah menu Pentaho yang membahana tersebut....










Sabtu, 06 Januari 2018

Definisi Bigdata

Data adalah Emas

Pada pembukaan Press Conference on Open Data Strategy tahun 2011, Neelie Kroes, yang saat itu menjabat sebagai Vice-Presicent of the European Commission responsible for the Digital Agenda, menyampaikan pidatonya yang berjudul

"Data is the New Gold". 

Pesannya adalah bahwa pada era digital ini, data telah menjadi bagian yang sangat penting bagi peradaban manusia seperti halnya minyak bumi, yang telah mendapat julukan black gold.

Pernyataan tersebut disampaikan berdasar fakta bahwa data telah menjadi sumber laba bagi para pelaku bisnis di dunia maya Internet. Mereka hidup dari data yang mereka berdayakan.


Sejalan dengan pernyataan Neelie Kroes tersebut, kini, manajemen data bukan lagi hanya menjadi kompetensi yang penting bagi suatu organisasi, melainkan telah menjadi bagian kritis yang berperan sebagai penentu kemenangan dalam penguasaan pasar maupun dalam pencapaian misi.

Saat ini, perusahaan-perusahaan Fortune 1000 dan institusi-institusi pemerintah telah mulai memetik keuntungan dari inovasi-inovasi yang telah dikembangkan oleh para pionir dalam bisnis web services.

Para decision maker pada organisasi-organisasi tersebut sedang berupaya untuk mengembangkan inisiatif baru dan mengevaluasi strategi-strategi yang mereka miliki demi menemukan cara bagaimana mereka dapat memanfaatkan Big Data untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam proses tersebut,

mereka pun belajar untuk memahami apa itu Big Data; mulai dari definisi Big Data, jenis-jenis teknologi Big Data, manfaat yang mungkin diperoleh dari implementasi teknologi Big Data, hingga bagaimana memilih teknologi Big Data yang tepat bagi kebutuhan mereka.


Mengingat kembali Definisi Big Data

Untuk membahas apa itu Big Data, baiknya dimulai dari kesepakatan tentang definisi Big Data itu sendiri.

Big Data bukanlah sebuah teknologi, teknik, maupun inisiatif yang berdiri sendiri. Big Data adalah suatu trend yang mencakup area yang luas dalam dunia bisnis dan teknologi. Big Data menunjuk pada teknologi dan inisiatif yang melibatkan data yang begitu beragam, cepat berubah, atau berukuran super besar sehingga terlalu sulit bagi teknologi, keahlian, maupun infrastruktur konvensional untuk dapat menanganinya secara efektif.

Dengan kata lain, Big Data memiliki ukuran (volume), kecepatan (velocity), atau ragam (variety) yang terlalu ekstrim untuk dikelola dengan teknik konvensional.



Big Data melibatkan proses pembuatan data, penyimpanan, penggalian informasi, dan analisis yang menonjol dalam hal volume, velocity, dan variety.

1. Volume (Ukuran).   

Pada tahun 2000 lalu, PC biasa pada umumnya memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 10 gigabytes. Saat ini, Facebook menyedot sekitar 500 terabytes data baru setiap harinya; sebuah pesawat Boeing 737 menghasilkan sekitar 240 terabytes data penerbangan dalam satu penerbangan melintasi Amerika; makin menjamurnya penggunaan ponsel pintar (smartphone), bertambahnya sensor-sensor yang disertakan pada perangkat harian, akan terus mengalirkan jutaan data-data baru, yang terus ter-update, yang mencakup data-data yang berhubungan dengan lingkungan, lokasi, cuaca, video bahkan data tentang suasana hati si pengguna ponsel pintar.


2. Velocity (kecepatan).   

Clickstreams maupun ad impressions mencatat perilaku pengguna Internet dalam jutaan event per detik; algoritma jual-beli saham dalam frekwensi tinggi dapat mencerminkan perubahan pasar dalam hitungan microseconds; proses-proses yang melibatkan hubungan antara suatu mesin dengan mesin lainnya telah melibatkan pertukaran data antar jutaan perangkat; peralatan sensor dan perangkat-perangkat pada infrastruktur menghasilkan log data secara real time; sistem game online dapat melayani jutaan pengguna secara bersamaan, yang masing-masing memberikan sejumlah input per detiknya.


3. Variety (ragam).

Big Data tidak hanya menyangkut data yang berupa angka-angka, data tanggal, dan rangkaian teks. Big Data juga meliputi data-data ruang / geospatial, data 3D, audio dan video, dan data-data teks tak berstruktur termasuk file-file log dan media sosial. Sistem database tradisional didesain untuk menangani data-data berstruktur, yang tak terlalu sering mengalami update atau updatenya dapat diprediksi, serta memiliki struktur data yang konsisten yang volumenya tak pernah sebesar Big Data. Selain itu, sistem database tradisional juga didesain untuk digunakan dalam satu server yang berdiri sendiri, yang berakibat pada keterbatasan dan mahalnya biaya untuk peningkatan kapasitas, sedangkan aplikasi sudah dituntut untuk mampu melayani pengguna dalam jumlah yang jauh lebih besar dari yang pernah ada sebelumnya. Dalam hal ini, database Big Data seperti halnya MongoDB maupun HBase, dapat memberikan solusi yang feasible yang memungkinkan peningkatan profit perusahaan secara signifikan.


Singkatnya, Big Data menggambarkan kumpulan data yang begitu besar dan kompleks yang tak memungkinkan lagi untuk dikelola dengan tools software tradisional.


Jenis Teknologi Big Data : Big Data Operasional dan Big Data Analitis
Dalam hal Teknologi, bentangan Big Data didominasi oleh dua jenis teknologi Big Data yaitu: (1) Big Data operasional: sistem yang memiliki kapabilitas operasional untuk pekerjaan-pekerjaan bersifat interaktif dan real time dimana data pada umumnya diserap dan disimpan; (2) Big Data analitis: sistem yang menyediakan kapabilitas analitis untuk mengerjakan analisis yang kompleks dan retrospektif yang dapat melibatkan sebagian besar atau bahkan keseluruhan data. Dalam keberadaannya, kedua jenis teknologi Big Data ini bersifat saling melengkapi dan sering digunakan secara bersamaan.

Beban kerja operasional dan analitis terhadap Big Data telah menyebabkan kebutuhan sistem yang berlawanan satu sama lain, dan sistem Big Data saat ini telah berevolusi untuk menangani kedua jenis kerja tersebut secara khusus, terpisah, dan dengan cara yang sangat berbeda. Baik kebutuhan kerja operasional maupun analitis untuk Big Data, masing-masing telah mendorong penciptaan arsitektur-arsitektur teknologi baru. Sistem operasional, seperti halnya NoSQL database, berfokus pada pelayanan terhadap permintaan akses yang tinggi yang terjadi dalam waktu bersamaan, dengan tetap memberikan respon yang seketika (low latency) terhadap permintaan akses tersebut. Akses data terhadap sistem operasional ini dapat dilakukan dengan berbagai pilihan kriteria. Dilain pihak, sistem analitis cenderung berfokus pada penanganan arus data yang lebih besar, query-query yang ditujukan pada data tersebut bisa sangat kompleks, dan setiap kali dieksekusi dapat melibatkan sebagian besar atau keseluruhan data yang ada dalam sistem. Baik sistem Big Data operasional maupun sistem Big Data analitis, kedua-duanya dioperasikan dengan melibatkan sejumlah servers yang tergabung dalam suatu cluster komputer, dan digunakan untuk mengelola puluhan atau ratusan terabytes data yang memuat miliaran record.


Teknologi Big Data Operasional
Untuk menangani pekerjaan-pekerjaan Big Data Operasional, telah dibangun sistem Big Data dengan database NoSQL seperti halnya database berbasis dokumen (document based database) yang dapat ditujukan untuk berbagai tipe aplikasi, database key-value stores, column family stores, dan database graph yang dioptimalkan untuk aplikasi yang lebih spesifik. Teknologi NoSQL, yang telah dikembangkan untuk mengatasi kekurangan dari database relasional (relational database) pada lingkungan komputasi modern, dikenal lebih cepat serta lebih mudah dan murah dalam hal peningkatan skala (more scalable) dibanding relational databases.

Terlebih lagi, sistem Big Data dengan database NoSQL telah didesain untuk memanfaatkan keunggulan dari arsitektur cloud computing (komputasi awan) yang telah muncul dalam dekade terakhir ini. Hal ini memungkinkan dijalankannya komputasi berskala besar secara efisien dan dengan biaya yang relatif lebih murah. Sebagai hasilnya, sistem NoSQL dengan komputasi awan ini telah menjadikan perangkat kerja Big Data operasional lebih mudah dikelola, serta dapat diimplementasikan dengan lebih murah dan cepat.


Teknologi Big Data Analitis
Dilain pihak, pekerjaan-pekerjaan Big Data analitis cenderung diproses dengan mengimplementasikan sistem database MPP dan MapReduce. Munculnya teknologi ini juga merupakan reaksi terhadap keterbatasan dan kurangnya kemampuan relational database tradisional untuk mengelola database dalam skala lebih dari satu server (terdistribusi). Disamping itu, MapReduce juga menawarkan metode baru dalam menganalisa data yang dapat berfungsi sebagai pelengkap terhadap kapabilitas SQL.

Dengan semakin populernya penggunaan berbagai jenis aplikasi dan para penggunanya terus menerus memproduksi data dari pemakaian aplikasi tersebut, terdapat sejumlah upaya analisa retrospektif yang benar-benar dapat memberikan nilai berarti terhadap kemajuan bisnis. Ketika upaya-upaya tersebut mesti melibatkan algoritma yang lebih rumit, MapReduce telah menjadi pilihan pertama untuk melakukan analisa retrospektif tersebut. Beberapa sistem NoSQL juga menyediakan fungsi MapReduce bawaan yang memungkinkan proses analisa diterapkan pada data operasional. Sebagai alternatif lain, data juga dapat dikopi dari sistem NoSQL ke dalam sistem analitis seperti halnya Hadoop dengan MapReduce-nya.


Manfaat Pemberdayaan Big Data
Serangkaian teknologi baru yang ditujukan untuk memberdayakan Big Data telah memungkinkan direalisasikannya suatu nilai dari Big Data. Sebagai contoh, pebisnis retail online dapat mempelajari perilaku para pengunjungnya berdasarkan data hasil web click tracking. Dengan mengetahui perilaku konsumen maupun calon konsumennya, maka dimungkinkan untuk menerapkan strategi baru guna meningkatkan penjualan, mengatur harga dan stok barang secara efisien. Institusi pemerintah maupun Google dapat mendeteksi timbulnya suatu wabah penyakit dengan memanfaatkan informasi yang mengalir di media sosial. Perusahaan minyak dan gas dapat menggunakan output dari sensor-sensor pada peralatan pengeboran untuk menemukan teknik pengeboran yang lebih aman dan efisien.

Jadi, dengan mendayagunakan database Big Data, operasional perusahaan dapat melakukan penghematan pengeluaran, meningkatkan keuntungan, dan mencapai sasaran-sasaran bisnis lainnya. Dalam hal ini paling tidak, ada 3 hal yang dapat diraih oleh perusahaan yang menerapkan teknologi Big Data, yakni:

1. Membuat aplikasi baru. Big Data memungkinkan suatu perusahaan untuk mengumpulkan data-data real time dari produk-produk yang mereka pasarkan, dari sumber daya yang digunakan, dan data-data yang berkaitan dengan pelanggannya. Data-data ini dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kepuasan pelanggan ataupun untuk efisiensi penggunaan sumber daya. Sebagai contoh, sebuah kota besar di Amerika Serikat telah menggunakan MongoDB, sebuah document based NoSQL database, untuk menurunkan angka kejahatan dan meningkatkan pelayanan umum dengan mengumpulkan dan menganalisa data geospatial secara real-time dari 30 departemen yang berbeda.

2. Meningkatkan efektifitas dan menurunkan biaya dari aplikasi yang telah ada. Teknologi Big Data dapat menggantikan sistem berspesifikasi tinggi yang mahal dengan sistem yang dapat dijalankan dengan spesifikasi standar. Disamping itu, karena banyak teknologi Big Data yang sifatnya open source, tentu mereka dapat diimplementasikan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan teknologi yang hanya dimiliki dan dijual oleh suatu perusahaan.

3. Meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan semakin banyaknya data yang bisa diakses oleh berbagai bagian dalam suatu organisasi, juga dengan semakin cepatnya update yang dilakukan pada data-data tersebut, akan memungkinkan respon yang makin cepat dan akurat pula terhadap berbagai permintaan pelanggan.


Kesimpulan

Data adalah emas. Organisasi manapun yang mengusai emas, dapat dipastikan kekayaan dan kekuasaan ada ditangannya. Begitu juga halnya dengan data. Namun demikian, seperti halnya emas, data mesti digali, diproses dan dianalisa dengan serentetan teknologi tertentu demi mendapatkan nilai yang berharga dari lautan data pada era digital sekarang ini. Lautan data tersebut kemudian dikenal dengan istilah Big Data, kumpulan data yang begitu besar dan kompleks yang tak memungkinkan lagi untuk dikelola dengan tools software tradisional. Terdapat dua type teknologi untuk memberdayakan Big data, yaitu: (1) teknologi untuk memproses Big Data demi kebutuhan operasional, yakni: database NoSQL (MongoDB, HBase, ...), dan (2) teknologi untuk memproses Big Data guna kebutuhan analitis seperti halnya Hadoop. Dengan mengimplementasikan kedua type teknologi Big Data ini, akan memungkinkan didapatkannya nilai-nilai baru yang dapat memberikan manfaat pada operasional perusahaan berupa penghematan pengeluaran, peningkatan keuntungan, dan pencapaian sasaran-sasaran bisnis lainnya.







reff:

https://www.kompasiana.com/wmwijaya/apa-itu-big-data-menyimak-kembali-definisi-big-data-jenis-teknologi-big-data-dan-manfaat-pemberdayaan-big-data_56a38803a423bd831546e6e3

Rabu, 13 Desember 2017

Welcome Latihan Pentaho1

Lanjut ke materi selanjutnya Pentaho.....kita latihan tentang Pentaho dan Mysql ....
terlebih dahulu kita jalankan service Pentaho hasil instalasi kemarin:

Dari menu run ketik pentaho maka akan muncul menu sbb: lalu klik
Lalu akan muncul aplikasi Pentaho:





Atau dari hasil downloadan trus jalankan apliaksinya dengan cara klik spoon.bat
loaksinya dimari:
C:\Pentaho\design-tools\data-integration







Misalkan didapat data xml sbb

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<data>
<row>
<propinsi>Bali</propinsi>
<ibukota>Denpasar</ibukota>
<populasi>491500</populasi>
</row>
<row>
<propinsi>Nusa Tenggara Barat</propinsi>
<ibukota>Mataram</ibukota>
<populasi>356141</populasi>
</row>
<row>
<propinsi>Nusa Tenggara Timur</propinsi>
<ibukota>Kupang</ibukota>
<populasi>269680</populasi>
</row>
<row>
<propinsi>Maluku</propinsi>
<ibukota>Ambon</ibukota>
<populasi>428585</populasi>
</row>
<row>
<propinsi>Maluku Utara</propinsi>
<ibukota>Sofifi</ibukota>
<populasi>163467</populasi>
</row>
<row>
<propinsi>Papua</propinsi>
<ibukota>Jayapura</ibukota>
<populasi>197396</populasi>
</row>
<row>
<propinsi>Papua Barat</propinsi>
<ibukota>Manokwari</ibukota>
<populasi>207398</populasi>
</row>
</data>

Selanjutnya untk menampilkan di Pentaho langkahnya adalah sbb;


masuk ke tiap2 bagian di atas pilih browse/ add arahkan ke file xml kita ....
pada bagian ms excel output isikan nama file hasil keluarannya: misal out.xls


 Lalu jalankan RUN
HASILNYA:





hasil excel nya sbb;


Hm...mudah yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


Sabtu, 25 November 2017

Install Pentaho Versi 8


Online Analytical Processing, atau disingkat OLAP 

Adalah metode pendekatan untuk menyajikan jawaban dari permintaan proses analisis yang bersifat dimensional secara cepat,

yaitu desain dari aplikasi dan teknologi yang dapat
+mengoleksi,
+menyimpan,
+memanipulasi suatu data multidimensi untuk tujuan analis.

OLAP adalah bagian dari kategori yang lebih global dari pemikiran bisnis, yang juga merangkum hubungan antara pelaporan dan penggalian data.

Aplikasi khusus dari OLAP adalah pelaporan bisnis untuk penjualan, pemasaran, manajemen pelaporan, manajemen proses bisnis (MPB), penganggaran dan peramalan, laporan keuangan dan bidang-bidang yang serupa.

Istilah OLAP merupakan perampingan dari istilah lama :
database OLTP (Online Transaction Processing). 


Secara singkat OLAP adalah suatu proses yang digunakan untuk melakukan permintaan terhadap data dalam bentuk yang kompleks dan menganalisa data yang bervolume besar.

maka dari itu OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi.


Online Transaction Processing atau sering dikenal dengan OLTP adalah sistem yang berorientasi proses yang memproses transaksi secara langsung melalui komputer yang terhubung dalam jaringan.

Misalnya biasa digunakan pada sebuah supermarket, kasir menggunakan mesin dalam proses transaksinya. OLTP mempunyai karakteristik beberapa user dapat creating, updating, retrieving untuk setiap record data, OLTP sangat optimal untuk updating data.


Secara singkat OLTP adalah segala penanganan dalam proses transaksi sehari-hari, misalkan sebuah toko Araycom yang menangani ransaksi pembelian setiap harinya, bayangkan ada berapa banyak transaksi input ke dalam database? pasti banyak sekali. lantas apakah data transaksi tersebut akan di diamkan menumpuk sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? disinilah OLAP berperan.


Pada OLAP biasanya digunakan untuk pengambilan suatu keputusan

misalkan sebagai contoh Manager di Araycom ingin melihat data transaksi perbulan, per 3 bulan atau bahkan per tahun untuk pengambilan keputusan barang apa saja yang paling laku dijual da barang apa saja yang tidak laku di pasar.



Perbedaan OLTP dan OLAP
1.OLTP (Online Transaction Processing)

fungsi aplikasi OLTP merupakan satu aplikasi yang berguna untuk mendukung operasional perusahaan sehari-hari. Contohnya adalah aplikasi untuk merekam pesanan konsumen, merekam pembelian, merekam proses produksi, merekam penggajian karyawan dan lain sebagainya. Aktivitas pemrosesan transaksi, biasanya hanya melibatkan beberapa record.

Sebagai contoh, dalam aplikasi untuk merekam pesanan konsumen, aplikasi akan mengakses data dari tabel Konsumen, tabel Pesanan Konsumen, tabel Detail Pesanan, tabel Persediaan dan tabel Karyawan.

Setiap tabel memiliki kunci yang berguna untuk sarana relasi antar tabel. Aplikasi pesanan konsumen, hanya akan menambahkan beberapa baris baru dalam tabel Pesanan Konsumen dan tabel Detail Pesanan.
desine database Desain dalam OLTP bersifat Entity Relational atau databasenya dinormalisasi dulu sebelum digunakan. Database untuk mendukung OLTP adalah database yang normal. Normalized dengan banyak table. OLTP mengunakan data model ER untuk melihat transaksi sebagai proses model yang tunggal dan sinormalisaionel untuk menjagaintegritas data.

OLTP menjadi bentuk yg lebih mudah untuk di ambildan di analisis. rancangan OLTP mengharuskan perancangan logika tabel dan tipe query secara bersama-sama agar tabel tersebut dapat terakses dengan cepat.
Berdasarkan sumber data Data Operasional, data OLTP adalah data asli. Dalam OLTP datanya adalah hari ini, update setiap saat (datanya dapat di-edit, di-ganti, atau di-hapus) d. Berdasarkan Tujuan datanya Untuk mengendalikan dan menjalankan tugas2 utama. Penggunaan OLTP digunakan setiap saat.
Berdasarkan Data apa yg di tampilkan Bisnis proses yg berkelajutan.
Query yg digunakan Simple Query.
Kecepatan proses Pada dasarnya sangat cepat
Data diorganisasikan berdasarkan fungsi atau operasi seperti penjualan, produksi,dan pemrosesan pesanan.
Space yg dibutuhkan Relativ kecil.
Data bisa saja disimpan pada beberapa platform
Pemrosesan bersifat berulang
User Melayani banyak pemakai operasional User. Dalam OLTP, penggunanya adalah IT Proffesional. Jumlah Pengguna Untuk OLTP penggunanya adalah puluhan.
Ukuran Database Ukuran database untuk OLTP sekitar MB-GB. l. Access OLTP aksesnya bisa write, read dan lain-lain. Jumlah rekaman yang di akses OLTP sekitar ratusan sampai ribuan.
Unit Pekerjaan OLTP pekerjaannya hanya sederhana misalnya transaksi dalam swalayan. Seperti misalanya kasir pada sebuah super market yang menggunakan mesin dalam proses transaksinya.

2. OLAP (OnLine Analytical Processing) 

Fungsi aplikasi OLAP digunakan untuk pengambilan keputusan. Aplikasi OLAP berfungsi untuk mengakses data yang besar (kalau perlu data selama empat atau bahkan lima tahun).

OLAP bergunauntuk menganalisis hubungan antar data guna menemuka ada tidak pola tertentu dalam data yang berguna untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Sebagai contoh, dengan menganalisis data di masa lalu, aplikasi OLAP berhasil mengidentifikasi produk apa yang disukai di daerah tertentu (ternyata ada perbedaan preferensi konsumen antar wilayah pemasaran).
D
esine database Sedangkan database yang pas untuk mendukung OLAP adalah database yang denormalisasi. De-normalized dengan sedikit table dan menggunakan star / showflake schemas. olap menggunakan dimensional mode. perancangan dan penerapan dimensional model dilakukan pada data warehouse untuk di ambil dianalisis oleh olap.

Dimensional model merupakan permodalan data yang terdiri dari tabel dimensi dan tabel fact yg relasianya dapat di gambarkan pada star scema, tabel flact merupakan tabel utama dalam dimensional model yang berisi pengukuran nilai angka dari bisnis yang di simpan. tabel dimensi merupakan tabel perlengkapan dari tabel fact yg berisi penjelasan tekstuan dari bisnis. Keuntungan dari dimensional model ialah memisahkan rancangan logika tabel dengan tipe query yang di gunakan pengguna. keuntungan lainya pengguna dimensional model ialah kemudahan pengawasan terhadap penambahan data kemudian penambahan kolom dan rancangan baru serta menagani pergantian kebutuhan bisnis,
Berdasarkan sumber data Data konsolidasi, data OLAP di peroleh dari beberapa OLTP. datanya adalah sekarang dan hari ini yang berguna untuk melakukan analisis ke depan.

Berdasarkan Tujuan datanya Untuk membantu dalam perencanaan, memecahkan masalah dan mendukung keputusan. Untuk mendukung keputusan harian (operasional). biasanya OLAP digunakan seperlunya saja.

Berdasarkan Data apa yg di tampilkan Menampilkan data dari berbagai macam aktivitas bisnis. Berorientasi pada transaksi.
Query yg digunakan Complex Queries.
Kecepatan proses Tergantung dari data yg dilibatkan, proses akan lebih cepat dengan menggunakan fungsi indexing.

Space yg dibutuhkan Lebih besar, karena membutuhkan lebih banyak indexing dibandingkan OLTP.
Kemampuan OLAP Konsolidasi melibatkan pengelompokan data. Sebagai contoh kantor-kantor cabang dapat dikelompokkan menurut kota atau bahkan propinsi. Transaksi penjualan dapat ditinjau menurut tahun, triwulan, bulan, dan sebagainya. Kadangkala istilah rollup digunakan untuk menyatakan konsolidasi j. User OLAP penggunanya adalah Knowledge worker maksdunya penggunanya adalah seorang yang bertindak dalam subyek tertentu, atau petinggi dalam suatu perusahaan. Jumlah Pengguna Untuk OLAP penggunanya bisa sampai ratusan bahkan ribuan.
Ukuran Database Ukuran database untuk OLAP bisa sampai GB- l. Access aksesnya OLAP sering dibaca karena digunakan untuk analisa. Jumlah rekaman yang di akses OLAP data yang diakses bisa sampai jutaan bahkan milyaran.

Unit Pekerjaan Untuk OLAP query untuk menampilkan data sangat kompleks. yang merupakan bagian dari Business Intelligencey yang berguna untuk menyediakan laporan analisis, seperti penjualan, marketing, BPM (Business Process Management), budgeting, forecasting, keuangan dan sebagainya. model multidimensi, yang mengijinkan query analisis yang kompleks dengan kecepatan eksekusi yang tinggi.


Ref: http://dwikajunata.blogspot.co.id/2015/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kali ini kita coba Pentaho yang versi baru: silakan download dimari : http://www.pentaho.com/download

gambar 1. menu download 


 gambar 2. menu klik install




gambar 3. tampilan awal installasi

gambar 4. konfirmasi eksekusi

gambar 5. lokasi hasil installasi

gambar 6. verifikasi login admin

gambar 7. lanjutkan

gambar 8. sukses installasi

gambar 9. Selamat Datang di MenuAwal Pentaho









Jumat, 24 November 2017

Pentaho Membaca File Text Tidak Terstruktur

Contoh data :

Propinsi: Kalimantan Barat
Ibu kota: Pontianak
Populasi: 516737

Propinsi: Kalimantan Tengah
Ibu kota: Palangka Raya
Populasi: 168449
Gubernur: Agustin Teras Narang
Wakil Gubernur: Achmad Diran

Propinsi: Kalimantan Selatan
Ibu kota: Banjarmasin
Populasi: 693566

Propinsi: Kalimantan Timur
Ibu kota: Samarinda
Luas wilayah (km2): 204534
Populasi: 727500
Propinsi: Kalimantan Timur

Propinsi: Kalimantan Utara
Populasi: 622350
Ibu kota: Tanjung Selor
Merupakan provinsi termuda Indonesia


Pemisah antar data adalah enter /data kosong
Sehingga Pengaturannya adalah sbb:
File Type=csv
matikan header
No empty row = matikan fitur ini  agar step text file input juga menganggap baris kosong sebagai data. Dan baris kosong ini akan kita gunakan sebagai indikator pemisah data.


saat kita klik tombol Field->Get Field yang terjadi adalah data masih bergabung dalam 1 field
dengan data sbb:


Jika diamati pemisah antar data adalah null atau baris kosong....

Drag n Drop pada group Scripting -> Modified Java Script Value


Tambahkan code sbb pada Modified Java Script Field1

//Script here

var group;
if(getProcessCount('r')==1){
group=1;
};

if(Field1==null){
group++;
}

Lalu tekan Get Variabel dan berikan tipe data Integer










Minggu, 08 Januari 2017

Pentaho Membaca File Text Terstruktur

Pentaho sering menggunakan file text sebagai masukan untuk baragam proyek ETL nya.
antara lain file text .csv atau data text berupa tabel dengan ukuran width yang sudah ditentukan

Praktik membaca file .csv

"Propinsi","Ibu Kota","Populasi"
"Aceh","Banda Aceh",223446
"Sumatera Utara","Medan",2097610
"Sumatera Barat","Padang",833562
"Riau","Pekanbaru",897767
"Jambi","Jambi",531857
"Sumatera Selatan","Palembang",1455284
"Bengkulu","Bengkulu",308544
"Lampung","Bandar Lampung",881801
"Kepulauan Bangka Belitung","Pangkal Pinang",174000
"Kepulauan Riau","Tanjung Pinang",192493

+Buat New File ->Transformation


pada bagian group input pilih Text file Input klik 2x lalu pilih browse arahkan ke file .csv

Pengaturan :

FileType=csv
Separtaor =, =>menyesuaikan dengan dokumen yang hendak di buka
Enclosure=pengapit string terkadang pengapit data atau string bisa juga kutip 1 '
Header=aktifkan karena pada dokumenpun terdapat header
No empty row=maka baris kosong akan diabaikan...


Jalankan perintah

Ouh...Mudah banget yaaaaa....lanjut....


Praktik membaca file fixed atau.txt

Propinsi        Ibu Kota      Populasi
Jakarta          Jakarta         8839247
Yogyakarta   Yogyakarta  511744
Jawa Barat    Bandung     2288570
Jawa Tengah Semarang   1352869
Jawa Timur   Surabaya    2611506
Banten           Serang        501562


Caranya sama hanya pengaturan di atsu fixed fileType nya....
hanya saja untuk pengaturan meteran jarak antar field haris disetting manual...geser-geser......



dan.....Mudah......



Sabtu, 07 Januari 2017

Praktik Penggunaan Variabel Pentaho


Meneruskan dari aplikasi sebelumnya...
Masuk ke group general -> drag and drop ->Set Variables letakkan pada job Hob antara Start dan Msgbox....

lalu klik dua kali dan konfigure sesuai gambar sbb:



Perintah msgbox ${namanya} adalah perintah menarik data variabel untuk di tampilkan pada msgbox